JellyPages.com

Friday, April 4, 2014

Berjilbab Fashion Tapi Islami, Emang Ada? by habibasyrafy.com

Ini Lanjutan dari Artikel --- Cara Mudah Bikin Perempuan Melepas Semuanya Semaunya


Sebagai muslimah yang tidak ingin ketinggalan zaman dan tetap modis, kamu pasti diantarkan oleh Google ke halaman ini saat mencari “Bagaimana tren fashion jilbab tahun 2014?” atau “Tutorial jilbab Fatin” atau semacamnya.

Menurut kamu, muslimah yang baik adalah muslimah yang selalu menjaga penampilannya agar tidak malu-maluin. Kamu juga senang sekali ketika sekarang jilbab menjadi tren. Kamu teringat dulu harus mati-matian berjuang untuk tetap mengenakan jilbab saat semua teman-temanmu mengejekmu tapi sekarang jilbab telah menjadi gaya sehingga kamu tak perlu malu untuk memakainya. Kamu bahkan bisa bergaya mengenakannya. Sungguh suatu keberuntungan yang luar biasa.


Tren jilbab menjadi semakin hebat ketika Fatin Shidqia Lubis menang kompetisi menyanyi X Factor. Tidak disangka Fatin yang berjilbab bisa jadi artis terkenal. Itu juga menambah keren budaya berjilbab yang semakin gaul saja bentuknya.

Akhir-akhir ini model jilbab yang lebih modern keluar. Jilbab Pashmina bahkan sudah dibuat sinetronnya, jilbab segi empat sekarang bisa dibuat dengan berbagai macam kreasi. Dan semua itu dimulai dari sebuah agenda kecil. Mohon maaf tapi disini saya tidak akan memberikan semacam tutorial tapi sejarah mengapa jilbab bisa menjadi tren. Tulisan ini sudah saya buat beberapa tahun lalu berdasarkan prediksi saya tentang tren jilbab yang sekarang benar-benar terjadi. Jika kamu ingin mengetahui arah tren berikutnya, baca dan jadilah yang pertama tahu. (PERHATIAN! Tulisan ini terpisah dengan tulisan "cara mudah bikin perempuan melepas semuanya semaumu" dan silakan lanjutkan membaca)


Tulisan ini pertama kali dibuat sekitar awal tahun 2011. Pada waktu itu jilbab baru pertama kalinya naik daun. Ya, saat itu kita semua kaget. Betapa tidak, orang yang tadinya agak malu-malu berjilbab tiba-tiba menjadi sangat bangga memakainya. Orang yang tadinya sekedar memakainya karena disuruh sekolah dan orang tua, sekarang jadi mereka pakai kemana-mana seperti semua pakaian mahal lainnya. Dan yang paling hebatnya lagi, anak-anak gadis SMK yang tadinya gak berjilbab sama sekali tiba-tiba jadi pake jilbab. WOW! Pokoknya naik daunnya jilbab ini sangat mengagetkan ketika itu.

Tentu saja sebagai seorang kritikus, pengamat, analis atau apapun kalian menyebutnya, aku langsung bereaksi dan mencari tahu ada apa gerangan di balik semua ini. Dan seperti biasa aku mengetahui jawabannya.

Ternyata jilbab yang mereka pakai bukanlah jilbab yang kualitasnya terlalu bagus. Jilbab-jilbab itu terlalu tipis. Saking tipisnya, kau masih akan bisa melihat bentuk rambut mereka dengan sangat jelas ketika para perempuan ini memakainya. Padahal harusnya jilbab itu bisa menutupi bentuk kepala dan rambutnya. Itulah jilbab yang dimaksud dalam Islam, gak tahu deh mereka pake defenisi jilbab dari agama mana.

Waktu kutanya, ternyata ini tidak sepenuhnya salah mereka. Mereka bilang jilbab yang seperti itulah yang banyak dijual di pasaran, adapun jilbab yang tebal harganya mahal. Ooh, oh, oh.. Jadi para oknum judai itu sudah menguasai pasar jilbab rupanya. Hebat juga mereka ya. Mereka tahu aja otak perempuan yang paling pantang kalau ngeliat bacaan SALE.

Tiba-tiba semuanya menjadi jelas dalam kepalaku. Ini semua bagian dari sebuah skenario besar! Kini aku mengetahui apa yang akan terjadi. Para oknum judai ini sedang merencanakan sebuah agenda untuk mencopot jilbab dari kepala semua perempuan gadis di negeri ini. Mereka punya sebuah cara yang sangat bagus dan terrencana dengan sangat baik. Rencana itu bermula dari kegagalan mereka mencopot jilbab seorang muslimah beberapa tahun lalu. 


Suatu ketika seorang gadis remaja lulusan Madrasah Aliyah yang telah terbiasa mengenakan jilbab disuruh mamaknya pergi ke kedai untuk membeli sesuatu. Sebenarnya agak repot memang jika ia harus pakai jilbab tiap keluar rumah, apalagi di siang hari terik begini. Rasanya agak gatal dan panas. Tapi ia sudah terbiasa dan tidak lagi merasa terganggu dengan semua itu jadi dia tetap memakainya. Sewaktu di jalan menuju kedai itu, ia dicegat oleh seorang preman botak, seperti setan yang nampak wujudnya dia membisikkan, “Dek bukankah sekarang hari lagi panas? Bukankah negara kita ini negara tropis? Kenapa tak kau copot saja jilbabmu?” si gadis baik itu pun menjawab, “Nggak bang makasih, walaupun panas tapi jilbab ini perintah agama bang. Aku juga tidak begitu mengerti kenapa agama mewajibkannya, tapi pasti untuk sebuah alasan yang baik. Jadi tidak bang terima kasih. INI PERINTAH AGAMA.” Mendengar jawaban mantap gadis itu si preman botak pun pulang keperaduannya dan meratapi kegagalannya.

Sesampainya di markas penjahat yang terlihat seperti gedung mewah, si botak bertemu dengan preman botak lainnya, hanya saja yang satu ini mengenakan jas, sehingga dia tidak terlihat sepeti preman. Bahkan orang-orang di luar sana mengiranya sebagai orang baik padahal dialah sesungguhnya bos dari semua preman botak di dunia.

“Gimana hasil kerjamu hari ini?” kata bosnya.
“Gagal maning bos.” Kata si botak.
“Lho kok bisa gagal? Gimana cara kamu mencopot jilbabnya?”
Si botak pun menceritakan apa yang dilaluinya hari ini sama si bos. Lalu bosnya bilang,
“Ooohh, jadi kamu yang gak hadir waktu seminar kemarin itu ya?”
“Seminar yang mana bos?”
“Seminar gratis yang kita adain untuk semua preman botak dan pemilik majalah fashion dan produser TV.”
“Iya bos, kayaknya aku gak pernah tahu. Seminarnya tentang apa bos?”
“Bagaimana mencopot jilbab dari kepala seluruh gadis di Indonesia?”
“WOW! Itu profesiku bos? Bisa bos jelaskan ulang?”
“Ck.. ck.. ck.. yaudah. Duduklah.”

Maka si preman botak duduk mendengarkan dan si bos menerangkan sambil sesekali tertawa jahat. Setelah satu sesi yang sangat berharga itu si preman botak merasa terilhami dan mereka berdua menyeringai jahat bersama-sama. (apa yang mereka bicarakan ya?)


Sekarang kita kembali ke gadis MAN berjilbab yang baik tapi agak sedikit bodoh tadi. Tiba-tiba kawan-kawan sekelas si gadis baik tadi jadi berjilbab semua. Dia kaget. WOW! Ada apa ini? Persis seperti reaksi aku kaget waktu pertama menulis tulisan ini. Ia bertanya-tanya ke teman-teman sekitarnya.

TIBA-TIBA NGETREN
Ternyata sekarang jilbab menjadi tren, akhirnya Jilbab Islam menang, akhirnya kita juga bisa diterima masyarakat fashion sebagai sebuah gaya, begitulah pikir mereka. Sekarang para artis di TV dan artis di sinetron sudah rata-rata mulai berjilbab, itulah yang menyebabkan jilbab jadi ngetren. Ditambah lagi, di pasar sekarang dijual jilbab-jilbab murah sepuluh ribu tiga. Memang sih kualitasnya tidak sebagus yang harga normal, dia agak sedikit lebih tipis dari yang biasa, tapi tak apa soalnya selisih harganya jauh banget ama yang biasa.

Tiba-tiba semua kesulitan berjilbab jadi hilang, tidak ada lagi harga yang mahal, tidak ada lagi asa malu untuk memakainya, dan tidak ada lagi rasa gatal, karena kini jilbab menjadi tren. Begitulah para perempuan, mereka tidak akan peduli rasa sakitnya memaki high-hell (eh maksudku high-heel) jika memang itu membuatnya percaya orang menganggap dia lebih cantik.

Seorang lulusan MAN yang mengenakan jilbab karena agama kini tak perlu lagi keberatan dengan semua bebannya karena sekarang jilbab juga merupakan fashion. Orang yang tadinya gak berjilbab pun jadi ikut-ikutan pake jilbab seperti para pejabat yang pakai peci semuanya.

Sebenarnya si gadis MAN agak heran juga, kenapa si preman botak tidak lagi menggodanya hari ini tapi ia berpikir, “mungkin si preman botak udah kabur karena tahu tidak akan berhasil.”

BISA DIPAKAI SECARA CANTIK
Satu tahun kemudian....

Entah bagaimana para desainer ini merancangnya, mereka bisa membuat apa yang dipikir masyarakat tidak cantik menjadi sangat cantik. Kini berkat kreasi para perancang busana, jilbab juga bisa dipakai secara cantik.

Kini sudah ada begitu banyak model-model jilbab yang baru-baru. Sebenarnya agak aneh kalau pertama dilihat tapi lama-lama cantik juga, pikir si gadis MAN.

Sebenarnya model yang baru ini agak meragukan apakah ia sesuai dengan perintah Islam atau nggak tapi karena semua teman-temannya (yang beginner dalam perihal jilbab ini) memakainya, ia jadi takut merasa kalah cantik. Akhirnya si gadis MAN pun ikut-ikutan pakai model jilbab terbaru ini.

Anehnya, kalau biasanya suatu model baju jadi ngetren, biasanya harganya naik tapi harga jilbab gak naik-naik. Itu seperti kabar gembira bagi semua penggemar jilbab fashion. Sepertinya para pengusaha lupa menaikkan harganya. Tapi mereka tidak menyadari kalau jilbab yang kini dijual agak lebih tipis lagi daripada yang biasanya.

TERUS BERGULIR
Lima tahun kemudian....

Selama periode ini tren fashion jilbab terus bergulir. Hingga semua gadis terlarut di dalamnya. Bahkan anak gadis lulusan pesantren tidak lagi bisa dibedakan dengan mereka yang bukan. Semuanya berjilbab. Sehingga pada waktu itu, seorang anak kecil yang masih SMP hanya tahu dipikirannya bahwa jilbab benar-benar lagi ngetren, ia tidak tahu bahwa semua itu sebenarnya juga perintah agama.

Makin lama bentuk jilbab itu makin aneh dan minimalis saja, itu semakin dipopulerkan lagi oleh seorang gadis MAN yang tiba-tiba jadi penyanyi idola tapi pada waktu itu gadis lulusan MAN pun sudah lupa tentang pelajarannya di MAN dulu. Ia tidak tahu lagi jilbab seperti apa yang diwajibkan Islam kepada pemeluknya. Bahkan si gadis MAN sekarang sudah lupa kalau selama ini ia memakai jilbab karena tuntutan agama.

FINAL
Sepuluh tahun kemudian....

Si preman botak kini sudah berambut. Tidak ada yang menyangka kalau selama ini dialah penjual jilbab yang harganya di obral habis-habisan itu. Sebenarnya kalau pun dia tidak melakukan tahap berikutnya ini tidak masalah menurut bosnya, karena jilbab yang dia jual sekarang tidak ada lagi bedanya dengan plastik bening, tapi ia hanya ingin meyakinkan apa ia sudah berhasil, maka ditanyanya lah si gadis MAN yang sedang berbelanja tentang suatu hal:

“Dek, kok masih pakai jilbab sih?” kata si botak yang tak lagi kelihatan botaknya.
“Kenapa bang?”
“Sekarang jilbab udah basi bin ketinggalan jaman tahu. Udah gak ngetren lagi.”
“Astagfirullah! Masak iya bang? Aku telat tahunya ya?”
“Iya dek. Emang kamu gak baca majalah fashion punya bosku? (ups ketahuan)”
“Belum bang.”
“Sekarang yang modis itu pake pita ini dek. Coba deh pake, tuh kan manis. Cepeten nih pake, harganya cuma Rp 50.000 aja kok. Abang kasian ngeliat adek malu nanti soalnya.”
“Alhamdulillah, makasi ya bang. Apa jadinya aku tanpa abang? Bisa-bisa aku tertimpa bencana fashion.” Kemudian ia melepas jilbabnya sendiri dan memakai pita itu. “Dengan begini aku bisa tampil up-to-date tanpa khawatir kena ejek teman-temanku lagi.”

Kemudian si botak yang tak lagi botak yakin ternyata apa yang diajarkan bosku 10 tahun lalu memang canggih. Hanya dalam waktu 10 tahun saja, semua jilbab di negeri ini bisa dibumi hanguskan. 


Begitulah, bagaimana gadis lulus MAN yang bodoh bisa diperdaya oleh fashion. Bagaimana pun mereka yang pintar pada akhirnya akan menang atas orang yang beragama tapi tidak paham.

Orang yang pintar ini tahu bagaimana cara mencopot jilbab yang tergantung di paku (Agama) yang tinggi di dinding. Tidak mungkin untuk mencopot jilbab yang masih bergantung di paku (Agama) secara paksa. Mereka menggunakan semacam tongkat pengait (Fashion). Pertama mereka harus memindahkan jilbab yang tadinya begantung di paku (Agama) ke tongkat pengait (Fashion) mereka. Kemudian setelah jilbab itu ‘tersangkut’ di pengait, mereka bebas membawa jilbab itu keatas atau kebawah. Tidak ada yang sulit asal tahu caranya.

Dan orang yang tak paham pasti kalah. Coba ingat betapa bodohnya si gadis MAN yang tetap mau saat disodori jilbab yang mulai tidak syar’i. Memang sih perbedaannya hanya sedikit, tapi bukankah yang sedikit-sedikit itu lama-lama jadi bukit? Mana ada yang bisa langsung sampai ke tujuan. Pasti selangkah demi selangkah. Itulah sebabnya Allah melarang kita mengikuti ‘langkah-langkah setan.’ Karena mereka memang akan menuntun kita selangkah demi selangkah. Dan terus membisiki kita bahwa selangkah tidak akan begitu berarti bagi perjalanan 1000 langkah.

Padahal coba lihat dimana sekarang kalian sedang berpijak, aku yakin jarak kalian dengan tempat kalian semula sudah ada 500 langkah, akibat selangkah yang kalian pikir tidak berarti tadi. Coba perhatikan jilbab kalian, jangan-jangan kalian salah satu dari gadis MAN yang ehm "kurang pintar" itu... coba cek lagi

Apakah kalian memasukkan jilbab kalian ke dalam kerah?
Apakah jilbab kalian masih memberi bayangan rambut kalian?
Apa kalian memakai jilbab tapi baju kalian lengan pendek dan ketat?
Apakah jilbab itu kalian pakai demi tampil cantik dan modis?

Hei-hei nak. Bukan itu tujuan Islam membuat aturan tentang jilbab. Tujuan memakai jilbab yang sebenarnya adalah untuk menghindarkan kalian dari perhatian lelaki. Jilbab itu berguna untuk menutupi kecantikan kalian supaya kecantikan kalian itu murni hanya milik suami kalian nanti. Kok malah diusahakan gimana caranya supaya cantik? Lupa ya?

Aku sadar sih... Perempuan mana sih yang gak pingin cantik tapi aku tahu kalian kan para gadis MAN yang baik, pasti kalian tahu bahwa kecantikan kalian itu sejatinya harus dijaga untuk suami kalian saja, bukan untuk diumbar-umbar mubadzir dan kegatalan cari masalah.


Kalian pasti tahu yang dimaksudkan agama dengan berjilbab adalah bukan hanya menutup aurat tapi juga lekuk tubuh seorang perempuan. Tidakkah kalian tahu, bahwa laki-laki justru malah lebih senang dipancing-pancing seperti itu daripada langsung yang buka-bukaan. Atau jangan-jangan justru niat kalian keluar rumah memang ingin tampil cantik supaya bisa disanjung dan disuit-suitin laki-laki ya? Ah gak mungkin lah, masak kalian sama kayak pelacur, kalian muslim kan?  



Semoga Bermanfaat ..

Wassalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh ..

Cara Mudah Bikin Perempuan Melepas Semuanya Semaunya by habibasyrafy.com

Assalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh ..


Bismillahirrahmanirrahiim ..


Tadi pagi agak shock, pas baca artikel di web habib asyrafy ..
MashaALLAH, jadi tercengang ..
Tapi semoga bisa tetap istiqomah dan qanna'ah ..
Aamiin ...


Berikut isi artikelnya :
 
“Kira-kira sudah berapa persen perempuan muslimah yang menanggalkan pakaian dan mulai memamerkan aurat dan kecantikannya?”

“Kira-kira 60% lah bos.”

“Ohh, ternyata film kartun Disney itu sukses berat ya?”


“Sepertinya begitu bos. Mereka benar-benar tak sadar kalau film-film yang mereka tonton waktu anak-anak itulah yang selama ini membuat mereka berusaha begitu keras untuk menjadi lebih dan lebih cantik lagi. Mereka benar-benar yakin kalau kecantikan adalah segalanya.”

“Yaudah bagus deh. Tapi ingat! Kita tidak boleh cepat puas. Jika memang ingin menyesatkan mereka, kita harus belajar dari setan. Setan tidak pernah cepat puas. Jika hari ini setan berhasil membuka satu kancing maka besok dia mengusahakan kancing kedua. Kita juga harus begitu. Jika hari ini kita berhasil tanggalkan pakaian mereka, besok kita harus hilangkan rasa malu mereka.”

“Tentu saja bos! Saya selalu meneladani setan ketika menyesatkan mereka. Saya selalu ingat setan tidak pernah mengharapkan hasil yang instan. Semua dilakukannya dengan kerja keras, selangkah demi selangkah, setahap demi setahap. Jadi, saya pun terus berinovasi dalam mencari cara-cara baru supaya bisa menjaring lebih banyak lagi perempuan yang suka buka-bukaan.” 

“Bagus, bagus! Kalau perlu buat mereka tidak busana sekalian.”

“Emang ada wanita yang suka telanjang di depan umum bos?”

“Tentu saja tidak ada. Semua orang yang beriman pasti punya malu. Kita akan tetap buat mereka berpakaian tapi seperti telanjang. Biar kujelaskan.” Si botak gondrong menghela napas dan mulai dengan sebuah pertanyaan, “Kira-kira apa alasan 40% perempuan itu tetap menutup auratnya?”

“Sebagian besar mereka sebenarnya sudah ingin membuka auratnya bos, tapi mereka terhalang beberapa hal.”

“Sebutkan yang pertama.”

“Penghalang pertama adalah orang tua yang menjaga mereka. Sebenarnya mereka benar-benar ingin menggunakan pakaian ketat dan melepas jilbabnya tapi selama masih ada orang tuanya pasti mereka tidak akan mampu melepasnya.”

“OK, kalau untuk masalah itu, kita tinggal bersabar saja 20 tahun lagi orang tuanya juga pasti mati, habis itu pasti mereka mulai menanggalkan pakaiannya. Lalu apa alasan kedua?”

“Ada sebagian perempuan yang malu membuka betisnya karena ada bekas luka dan kulitnya tidak semulus dan seputih teman-temannya.”

“Baiklah, nanti malam aku akan hubungi profesor untuk mencari formula pemutih kulit dan penghilang bekas luka supaya itu tak lagi menjadi masalah. Bahkan aku akan suruh dia mencari cara untuk garis-garis bekas melahirkan, Apa lagi alasan berikutnya?”

“Sebagian mereka berkutu, berketombe dan tidak pandai merawat rambutnya. Selain berjilbab karena agama mereka didorong lagi untuk berjilbab oleh para kutu dan ketombe itu.” 

“Kalau itu sebenarnya kita sudah punya solusinya. Produk sampo zaman sekarang kan udah beragam tapi mungkin masih kemahalan ya. Nanti aku akan suruh kenalan kita yang punya pabrik sampo supaya dia menurunkan harga samponya di bawah standar. Perempuan kan mudah ditipu dengan kata “diskon”. Segera setelah mereka menggunakan sampo kita pasti mereka merasa percuma jika rambut indahnya itu tidak dipamerkan. Lanjut! Apa lagi alasan berikutnya?”

“Sebagian perempuan memang sadar bahwa kecantikan mereka itu milik suaminya kelak.” 

“Oh, yang ini agak susah tapi aku ada ide. Gimana kalau kita suplai aja para pengrajin kosmetik dengan modal yang besar. Itu akan membuat kosmetik, alat kecantikan dan penghilang bulu menjadi tersebar luas. Dengan begitu mereka pasti berpikir kecantikan itu yang terpenting dan nomor satu.”

“Itu bagus juga tapi aku ada ide yang lebih bagus lagi bos! Kenapa tidak kita buat saja di TV itu sinetron yang semua pemainnya menonjolkan kecantikan! Dengan begitu mereka tidak akan berpikir bahwa keimanan itu yang paling penting!” 

“Wah! Kamu pinter juga! Mereka pasti berramai-ramai berusaha tampil secantik-cantiknya di depan laki-laki.” Si Bos botak gondrong tertawa keras sekali lalu lanjut lagi, “kalau begitu aku akan menghubungi bang Andro juga, aku akan suruh dia produksi film porno sebanyak-banyaknya supaya setan dalam diri lelaki itu langsung aktif begitu ngeliat para perempuan setengah telanjang itu.”

“Kalau begitu aku akan urus yang perempuannya bos! Aku akan terus alihkan perhatian mereka dengan isu hak asasi dan kebebasan supaya mereka tidak sadar kalau aurat yang sudah mereka buka itulah penyebab dari semua masalah nafsu syahwat manusia di muka bumi ini.” 

“Wah... wah... wah... pinter kamu! Syukurlah Tuhan menciptakan wanita. Jika tidak ada mereka, kurasa akan sangat sulit sekali menyesatkan manusia ini. Apa masi ada lagi perempuan di dunia ini yang gak pingin memamerkan kecantikannya?”

“Sayangnya masih ada sih bos. Beberapa perempuan kayaknya gak bisa digoda dengan cara apapun. Mereka udah bener-bener sadar dan taubat. Mereka tidak keluar rumah dengan niat supaya digodain laki-laki. Mereka bener-bener berjilbab, tak satu pun bentuk tubuhnya bisa terbayang dari luar.” 

“WADUHHH!!! Kok bisa masih ada ya?”

“Gak tahu sih bos, kayaknya mereka udah sadar banget kalau kitalah yang menaikkan harga jilbab-jilbab yang tebal dan lebar itu. Kalau dia sih mikirnya: harga yang harus ia bayar untuk jilbab yang menjaganya itu sama aja mahalnya dengan semua kosmetik yang harus ia beli untuk memamerkan auratnya. Jadi mereka lebih memilih jilbab ketimbang kosmetik. Sepertinya mereka juga sadar, kosmetik cuma akan mengundang perhatian laki-laki yang jagonya cuma suit-suit doang, sementara jilbab yang asli akan membuat laki-laki baik, serius dan setia datang langsung pada orang tua mereka.” 

“Astagfirullah! Padahal usaha kita kurang keras apa ya? Kok bisa masih ada yang lolos kayak gitu sih...”

“Mungkin akunya yang kurang gigih kali bos. Tapi tenang aja, aku udah pikirkan suatu cara yang kayaknya akan berhasil. Dengan cara ini, bahkan anak gadis lulusan MAN atau pesantren pun bakal ngelepas jilbabnya.” 

“Gimana caranya?”
    "Kalau pengen tahu, baca aja disini bos. Cara Ngelepasin Jilbab Remaja” 

“OK lah nanti kubaca.”

“Yaudah aku pamit dulu ya bos!”

“Mau kemana?”

“Biasalah bos, ke pabrik jilbabku. Tadi ada telepon katanya para perempuan udah mulai gak sadar jilbabnya aku buat lebih tipis. Jadi sekarang mau kubuat lebih tipis lagi.”

“Kok kamu bisa jago banget gitu, bisa nyuruh mereka pake jilbab yang tipis-tipis?”

“Makanya bos ikutin ceritanya dari awal bos, buruan baca nih Cara Ngelepasin Jilbab Remaja"